untitled
HOME
ARTIKEL:
Alternatif Mencari Lowongan Kerja
Memburu Lowongan Kerja
Fokus Wawancara Penerimaan Pegawai
Akses lowongan kerja TI dimana dan
kapan pun
Indonesia Masih Kekurangan 25.000
Tenaga Kerja TI
Bursa Lowongan Kerja Diserbu Pelamar
Serbuan Pencari Kerja di Indonesia
Bursa Kerja dan Pengangguran
Kualitas Pencari Kerja Masih Diragukan
Ketika Bursa Lowongan Kerja ke Daerah
Ribuan Pencari Kerja Berebut Lowongan
Kerja
30.000 Pekerja Terdidik Menganggur
Tergolong Tinggi, Pengangguran di
Surabaya
Antara Kualitas Pencari Kerja dan
Pasar Sering Tidak Klop
Sebanyak 11.020 Sarjana di Palembang
Menganggur
Pengangguran Tambah 1 Juta
Maksimalkan Fungsi Depnakertrans
Bersama Arus Balik Lebaran, Batam
Diserbu Pekerja Migran
Ramai-ramai Kuliah, Ramai-ramai Cari
Kerja
|
|
Bursa Kerja dan Pengangguran
BEGITU susahnya pencari kerja memperoleh
pekerjaan dan sulitnya perusahaan menyerap tenaga kerja sesuai kualifikasi yang
diharapkan mengakibatkan jumlah pengangguran semakin hari semakin bertambah. Ini
terlihat, setiap dibuka bursa lowongan kerja selalu dijejali para pencari kerja.
Seperti terjadi di Gedung Olahraga Bekasi, Senin (27/9), pembukaan bursa
lowongan kerja yang menyediakan 2.000 lowongan kerja ternyata diserbu para
pencari kerja dari jakarta dan Bogor. Akibatnya, terjadi ledakan pengunjung,
saling berdesak-desakan memperebutkan lowongan kerja dan berbuntut kekisruhan.
Kejadian seperti ini bukan pertama kali terjadi. Kita masih ingat ajang pameran
bursa kerja di Hotel Kartika Chandra dan Senayan beberapa waktu lalu
memperlihatkan kejadian serupa. Pameran diserbu ribuan pencari kerja yang bukan
saja pengangguran tetapi juga kalangan profesional karena ingin memperoleh
pekerjaan sesuai keinginan.
BURSA kerja harus kita akui merupakan ajang pertemuan efektif dan efisien bagi
para pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Depnakertrans memperkirakan terjadi penambahan 2,5 juta pengangguran setiap
tahun.
Selama ini perusahaan sering mengeluh tentang sulitnya mencari SDM yang
berkualitas, sedangkan pencari kerja menilai kesulitan menembus birokrasi di
perusahaan. Untuk memudahkan semua itu, maka dibuatlah pameran-pameran bursa
kerja untuk mempertemukan pencari kerja dan penyedia lapangan kerja sesuai
dengan standar kualitas yang diharapkan.
MELIHAT antusiasme para pencari kerja mendatangi pameran bursa kerja,
menunjukkan masalah pengangguran merupakan pekerjaan berat pemerintah di masa
mendatang. Meskipun pemerintah telah bekerja keras menciptakan lowongan kerja,
namun kendala di lapangan memperlihatkan kualitas SDM belum sesuai dengan
kebutuhan perusahaan.
Presiden Megawati mengemukakan masalah pengangguran bukan sekadar masalah
ekonomi, tapi juga masalah sosial budaya. Pengangguran terkit erat dengan
kemiskinan, suatu keadaan kurangnya kemampuan untuk membiayai berbagai kebutuhan
yang paling dasar dalam hidup, seperti menyediakan sandang pangan, pendidikan
dan kesehatan.
Harapan masyarakat terhadap presiden mendatang sangat tinggi, terutama dalam
mengikis angka pengangguran, karena dalam programnya berjanji mengurangi jumlah
pengangguran dari yang ada sekarang sebesar 10,1 persen dari total populasi
(sekitar 21,8 juta) menjadi 5,1 persen atau sekitar 10,5 juta. (**)
|