untitled
viviti

Artikel Lowongan Kerja

     

untitled
viviti

HOME

 

ARTIKEL:

Alternatif Mencari Lowongan Kerja
Memburu Lowongan Kerja
Fokus Wawancara Penerimaan Pegawai
Akses lowongan kerja TI dimana dan kapan pun
Indonesia Masih Kekurangan 25.000 Tenaga Kerja TI
Bursa Lowongan Kerja Diserbu Pelamar
Serbuan Pencari Kerja di Indonesia
Bursa Kerja dan Pengangguran
Kualitas Pencari Kerja Masih Diragukan
Ketika Bursa Lowongan Kerja ke Daerah
Ribuan Pencari Kerja Berebut Lowongan Kerja
30.000 Pekerja Terdidik Menganggur
Tergolong Tinggi, Pengangguran di Surabaya
Antara Kualitas Pencari Kerja dan Pasar Sering Tidak Klop
Sebanyak 11.020 Sarjana di Palembang Menganggur
Pengangguran Tambah 1 Juta
Maksimalkan Fungsi Depnakertrans
Bersama Arus Balik Lebaran, Batam Diserbu Pekerja Migran
Ramai-ramai Kuliah, Ramai-ramai Cari Kerja


 


Maksimalkan Fungsi Depnakertrans

PENUMPUKAN jumlah penganggur yang semakin membengkak, mencapai lebih dari 42 juta, merupakan tanda bahwa pemerintah melalui Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi tidak menjalankan tugasnya dengan maksimal.

Selama ini Depnakertrans hanya mengurus masalah peraturan perundang-undangan mengenai tenaga kerja saja, tetapi kerja riilnya tidak ada. Akibatnya, terjadi penumpukan penganggur yang menurut data kami sudah mencapai angka 42 juta orang. Padahal, kalau kita lihat, upah buruh Indonesia sudah murah dibandingkan dengan upah buruh di negara lain. Ini berarti ada yang tidak beres.

Salah satu cara yang efektif untuk memberantas pengangguran adalah dengan memaksimalkan Depnakertrans. Secara teknis, idealnya Depnakertrans mendata setiap angkatan kerja yang dihitung rata-rata sejak seseorang lulus sekolah menengah atas (SMA) dan terus diperbarui seiring dengan tingkat pendidikan yang ditempuh.

Dari data tersebut, Depnakertrans membuat link and match antara latar belakang pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja. Anak-anak itu diberi semacam kartu yang berisi nomor angkatan kerja. Nomor itu berfungsi seperti nomor tunggu.

Apabila ada perusahaan yang membutuhkan pekerja, orang-orang yang berada di urutan atas mendapat kesempatan pertama untuk mengikuti tes. Sedangkan anak-anak yang memutuskan untuk kuliah dapat menunda penggunaan kartu tersebut.

Jika dari yang mengikuti tes ada yang tidak berhasil, maka urutan selanjutnya dapat mengikuti tes tersebut. Adapun orang-orang yang tidak lulus tes harus diberi pelatihan khusus oleh pemerintah agar siap kembali "dilempar" ke bursa kerja.

Masalah sosialisasi dan informasi mengenai lowongan pekerjaan perlu dilakukan secara baik dan terpadu. Perusahaan yang membutuhkan pekerja wajib melaporkan kepada Depnakertrans. Kemudian Depnakertrans yang harus memberikan informasi secara luas kepada seluruh masyarakat ke pelosok Indonesia. Ada baiknya juga kalau Depnakertrans secara rutin menerbitkan jurnal atau semacam koran khusus yang memuat lowongan kerja ini.

Selama ini salah satu kekurangan Depnakertrans yang sangat vital ada pada masalah penyebaran informasi. Di Depnakertrans itu ada pelatihan calon tenaga kerja, tetapi tidak pernah disosialisasikan secara meluas, padahal bantuan dari lembaga swadaya masyarakat asing ada.

Selain pekerjaan di sektor formal, sektor informal pun sangat potensial untuk dikembangkan. Jiwa wiraswasta harus dikembangkan kepada seluruh masyarakat dan jaminan hari tua bagi para wiraswasta terutama sektor menengah dan kecil pun patut dipikirkan.

Saya pernah berbincang- bincang dengan pengurus sebuah organisasi yang menangani para pedagang kaki lima dengan tujuan menyejahterakan anggotanya dengan mengusahakan ikut program Jamsostek. Saya rasa langkah seperti ini perlu didukung oleh pemerintah.

Namun, program ini tidak akan berhasil jika pemerintah, pengusaha, dan masyarakat tidak bekerja sama dengan baik. Kita semua perlu saling mendukung untuk menciptakan kestabilan keamanan agar investor asing mau masuk ke Indonesia. Selain itu, good governance perlu ditingkatkan.

Pada masa globalisasi ini lapangan kerja sudah tidak lagi terkonsentrasi di Indonesia. Negara-negara yang mempunyai penduduk yang terbatas tetap membutuhkan tenaga kerja dari negara lain, termasuk Indonesia.

Misalnya, Belanda dan Amerika memerlukan perawat gigi minimal 1.000 orang dari Indonesia. Akan tetapi, pemerintah tidak pernah menanganinya secara serius. Akibatnya, yang mengurus adalah organisasi semacam perusahaan pengerah jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang rentan terhadap kasus pemerasan para TKI itu sendiri, seperti pemotongan gaji untuk menutupi biaya kursus dan sebagainya.

Peluang tawaran tenaga kerja dari luar negeri harus digarap secara lebih profesional oleh pemerintah yang dapat bekerja sama dengan swasta. Dan yang tak kalah penting adalah bagaimana memberi bekal keterampilan bagi tenaga kerja, sesuai dengan informasi pasar tenaga kerja di luar negeri.

Pengatasan masalah pengangguran dengan menggunakan prinsip akan mulai tampak hasilnya secara bertahap dalam jangka waktu 3-5 tahun. Namun, pemerintah pun harus melaksanakan prinsip-prinsip good governance. Pemerintah seperti itulah yang mestinya diharapkan dari Pemilu 2004.(k02)
 

     
    Jakarta Pratama Indonesia (c) 2005
Jakarta - Indonesia

Search terms: interview kerja wawancara kerja strategi jitu interview kerja peluang kerja lowongan kerja peluang kerja pelamar kerja bursa kerja info lowongan kerja info peluang kerja iklan lowongan kerja iklan peluang kerja bursa lowongan kerja 50 pertanyaan interview 50 pertanyaan wawancara tips wawancara kerja tips interview kerja informasi kerja peluang usaha lowongan tips walk-in interview lowongan kerja walk-in interview iklan network marketing info lowongan kerja nganggur kerja angkatan kerja humor internet humormaniak e-code tophit www.agenduit.com www.trikjitu.tk www.serbaserbi.tk www.ngenet.tk www.trik-internet.cjb.net www.anekasoftware.cjb.net www.trikjitu.cjb.net www.ebook-indonesia.cjb.net www.resensibuku.cjb.net www.InfoKarir.cjb.net www.buku-best-seller.cjb.net www.yahoo.com www.msn.com www.lycos.com www.altavista.com www.google.com


Web Hosting · Blog · Guestbooks · Message Forums · Mailing Lists
Easiest Website Builder ever! · Build your own toolbar · Free Talking Character · Email Marketing
powered by a free webtools company bravenet.com