untitled
HOME
ARTIKEL:
Alternatif Mencari Lowongan Kerja
Memburu Lowongan Kerja
Fokus Wawancara Penerimaan Pegawai
Akses lowongan kerja TI dimana dan
kapan pun
Indonesia Masih Kekurangan 25.000
Tenaga Kerja TI
Bursa Lowongan Kerja Diserbu Pelamar
Serbuan Pencari Kerja di Indonesia
Bursa Kerja dan Pengangguran
Kualitas Pencari Kerja Masih Diragukan
Ketika Bursa Lowongan Kerja ke Daerah
Ribuan Pencari Kerja Berebut Lowongan
Kerja
30.000 Pekerja Terdidik Menganggur
Tergolong Tinggi, Pengangguran di
Surabaya
Antara Kualitas Pencari Kerja dan
Pasar Sering Tidak Klop
Sebanyak 11.020 Sarjana di Palembang
Menganggur
Pengangguran Tambah 1 Juta
Maksimalkan Fungsi Depnakertrans
Bersama Arus Balik Lebaran, Batam
Diserbu Pekerja Migran
Ramai-ramai Kuliah, Ramai-ramai Cari
Kerja
|
|
Bersama Arus Balik Lebaran, Batam
Diserbu Pekerja Migran
Batam, Kompas
Pulau Batam kembali diserbu pekerja migran bersama dengan arus balik Lebaran,
Kamis (13/1), melalui Pelabuhan Sekupang Batam. Hal ini, tampak dari melubernya
penumpang yang turun dari dua kapal Pelni yang merapat di pelabuhan tersebut, KM
Sinabung dari Medan dan KM Kelud dari Jakarta.
Dari pemantauan Kompas, tidak kurang dari 1.000 penumpang yang turun dari kapal
tersebut dan sebagian pendatang baru yang masih dalam usia produktif. Telah
menjadi tradisi setiap tahun, setelah Lebaran jumlah pendatang kembali
membanjiri Pulau Batam. Mereka bercampur dengan yang kembali dari mudik Lebaran
dan tahun baru 2000.
Dalam keadaan normal, arus penumpang yang keluar masuk dari Batam setiap kapal
merapat diperkirakan tidak lebih dari 900 orang. Namun pada kesempatan pertama
setelah Lebaran, diperkirakan mencapai 1.200 orang. Sebab orang yang mudik,
biasanya membawa teman saat kembali ke Batam untuk mencari kerja.
Sementara itu, situasi perekonomian di Batam memang masih sehat sehingga tetap
saja diramaikan oleh perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan . Hal ini
terlihat dari pengumuman lowongan kerja di koran lokal maupun langsung dipajang
di setiap pabrik elektronik.
Dari data terakhir Otorita Batam, tahun 1999, sedikitnya 150.000 orang
tertampung untuk bekerja di Batam. Diperkirakan pada tahun 2000, situasi akan
semakin membaik dan membuka kesempatan kerja lebih banyak.
Tenaga perempuan
Namun salah seorang pengusaha yang memiliki tenaga kerja 10.000 orang di Batam,
Direktur PT Sat Nusapersada, Abidin, mengaku, masih kesulitan mencari tenaga
kerja wanita. Setiap ada tambahan produksi, ia mengaku kesulitan menambah tenaga
kerja .
Menurut Abidin, perusahaannya hanya membutuhkan pekerja wanita karena pekerjaan
yang ada diperusahaannya membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Sebab yang
dikerjakan adalah merakit barang-barang elektronik yang harus memenuhi standar
kualitas internasional.
Abidin menyarankan agar tak terjadi arus pekerja yang tidak cocok di Batam,
Depnaker sebaiknya menyebarkan informasi seluas-luasnya tentang kebutuhan tenaga
kerja di Batam.
Abidin mengatakan, usahanya di tahun 2000 akan menyerap tenaga kerja sebanyak
2.000 hingga 3.000 orang. Ketika ditanyai mengenai fasilitas tempat tinggal
kalau karyawannya bertambah, ia mengatakan "Kami memberikan biaya sewa rumah
karena perusahaan tidak memiliki tenaga untuk mengatur perumahan mereka."
Meskipun banyak terbuka peluang, namun lowongan yang ada kebanyakan hanya untuk
pekerja wanita, akibatnya akan terjadi pengangguran di Batam. Mengingat sebagian
besar tenaga kerja yang datang ke Batam adalah pekerja pria. Untuk itu,
kehadiran DPRD di Batam sudah dinantikan untuk segera menyusun Peraturan Daerah
untuk mengatur arus pendatang ke pulau ini.
"Saya juga mengharapkan sekali agar Otorita Batam dan Pemda Kodya Batam berkenan
menerbitkan kebijakan yang memberikan kemudahan terhadap masuknya tenaga kerja
perempuan," ujar Abidin, sambil menambahkan, hal ini sesuai dengan minat serta
peluang investasi bidang elektronik yang sangat terbuka di Batam. (boy)
|